Sabtu, 13 Juli 2013, 01:11 WIB
Ramadhan Pererat Kerukunan Warga Indonesia-Malaysia
Antara/Rahmad
Ilustrasi.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA
LUMPUR -- Momen bulan suci ramadhan ternyata dapat mempererat kerukunan
masyarakat Indonesia di negeri jiran dengan warga negara Malaysia.
Hal
itu terlihat dalam dalam acara berbuka puasa yang diselenggarakan oleh
Yayasan Ikatan Rakyat Malaysia Indonesia (Yirmi), Jumat (13/7) malam.
Dalam
kegiatan itu, sejumlah perwakilan dari komunitas masyarakat Indonesia
di negara ini dan juga perwakilan masyarakat Malaysia melakukan kegiatan
berbuka puasa bersama diteruskan shalat Maghrib, Isya dan Tarawih
berjamaah.
Komunitas warga Indonesia yang hadir di antaranya dari
Permai (Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Malaysia) dan IKMP (Ikatan
Komunitas Merah Putih) serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik
Indonesia.
Dari pihak Malaysia juga tampak hadir dari Yirmi dan
perwakilan Iswami di Malaysia (Ikatan Setiakawan Wartawan
Malaysia-Indonesia) serta beberapa tokoh masyarakat Malaysia.
Dalam
acara itu, mantan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan, Tan
Sri Rais Yatim yang juga penggagas Yirmi ini ikut berbuka bersama bahkan
beliau ikut shalat Tarawih.
Rais Yatim menyambut gembira acara
berbuka puasa dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur
dan sekitarnya yang memiliki garis keturunan dari sejumlah suku-suku di
Indonesia.
Bahkan kegiatan positif yang mempertemukan masyarakat
kedua negara tidak hanya saat bulan Ramadhan tapi juga diteruskan dengan
program lainnya.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala
Lumpur sangat mendukung program-program yang dilakukan oleh komunitas
Indonesia dan Malaysia yang berlandaskan untuk memperkuat hubungan
rakyat kedua negara serumpun dan bertetangga ini.
Wakil Duta
Besar Untuk Malaysia, Mulya Wirana melihat kegiatan seperti berbuka
puasa ini bukan sesuatu kegiatan yang dipaksakan dari atas tapi
ditumbuhkan dari bawah sehingga antar sesama masyarakat saling mengenal.
"Kegiatan People to People (antar masyarakat) ini tidak hanya simbol tapi terbentuk dan terbina dengan baik," ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membina hubungan antar-masyarakat.
| Redaktur : Yudha Manggala P Putra |
| Sumber : Antara |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar